Selasa, 09 Juli 2019

Perjalanan Menuju WBK KKP Kelas III Palangka Raya

Oleh : Solihin, SKM, MPH (sol_bppn@yahoo.co.id)



Surat Dirjen P2P Nomor PS.08.02/I/3428/2017 tertanggal 29 Desember 2017 merupakan awal dari perjalanan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di KKP Palangka Raya. KKP Palangka Raya termasuk dari 22 UPT dibawah Dirjen P2P yang diusulkan menuju WBK di Tahun 2018.

Untuk mempersiapkan diri maka KKP Palangka Raya meminta untuk dibina dan dipersiapkan. Pada  tanggal 8 – 9 Februari 2018 dilaksanakan kegiatan pendampingan tahapan persiapan sebelum dilakukan assessment penilaian WBK, dengan narasumber : Ibu Hilwati, SKM, M.Kes dan Bapak Firman Septiadi, SKM, MAP dari Bagian Hukormas Dirjen P2P. 

Foto 1. Pendampingan tahapan persiapan assessment penilaian WBK 8 – 9 Februari 2018



Dari pendampingan ini dibentuklah tim kerja pokja dalam rangka menuju WBK, dibentuklah penetapan personalia TIM Pembangunan  Zona Integritas (ZI WBK/WBBM) dan Pokjadengan Surat Keputusan Kepala Kantor Nomor HK.02.03/LI.1/350/2018 tertanggal 28 Februari 2018, dengan diketuai oleh Soni Purwanto, SKM, M.Epid dan sekretaris Radian Nur, S.Sos. Tim pokja ada 6 tim dengan susunan sebagai berikut:

 


Untuk mendapatkan predikat WBK maka KKP Palangka Raya harus memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, dan pelayanan publik.

Foto 2. Persiapan pembentukan Tim pembangunan ZI WBK/WBBM KKP Palangka Raya



Setelah terbentuk TIM ZI maka dilakukan sosialisasi WBK dan self assessment bersama tim Itjen Kemenkes RI dengan pokja-pokja tim ZI WBK, acara ini dilaksanakan pada Hari Rabu, 7 Maret 2018.

Pada tahap pre-assesment dilaksanakan pada 22-24 Mei 2018 dilakukan penilaian lembar kerja evaluasi zona integritas menuju WBKWBBM. Pre-assesment ini menghasilkan beberapa nilai yang harus ditindaklanjuti untukdiperbaiki.
 

 Foto 3. Tahap Sosialisasi WBK dan self assessment oleh tim Itjen.


Setelah dilakukan pre-assesment maka tim pokja ZI WBK terus memperlengkapi diri dan bekerja sama untuk  menindaklanjuti hasil evaluasi. Pada tanggal 29 – 30 Agustus 2018 dilaksanakan pembinaan dan pendampingan WBK oleh tim investigasi Itjen Kemenkes 2018.


 Foto 4. Tahap pre-assesment bersama tim Itjen Kemenkes RI


Bentuk  komitmen bersama menuju WBK dibuatlah sebuah jingle WBK yang selalu dinyanyikan oleh tim di setiap kesempatan acara menuju WBK. Seperti pada acara sosialisasi pelayanan publik yang dilaksanakan pada 13 September 2018. Lagu dinyanyikan dengan penuh semangat oleh seluruh pegawai KKP Palangka Raya.

 Foto 5. Pembinaan dan pendampingan dari Tim investigasi Itjen Kemenkes RI


Acara sosialisasi pelayanan publik ini dilaksanakan bersama penandatanganan pakta integritas dan pemasangan pin WBK. Acara mengundang Perwakilan Ombudsman Provinsi Kalimantan Tengah, acara mengundang Perwakilan Ombudsman Provinsi Kalimantan Tengah sebagai narasumber dan disaksikan oleh unit utama Dirjen P2P.
 



Foto 6. Pemasangan Pin WBK

Pelayanan publik menjadi bagian penting dalam WBK, dengan menyediakan informasi dan keterbukaan kepada publik melalui tersedia layanan pengaduan secara langsung maupun dengan cara  online melalui website. Penilaian satker WBK dilakukan pada tanggal 19 – 22 September 2018 oleh Tim Penilai Internal (TPI) dari Kementerian Kesehatan selain di Kantor Induk Jalan Adonis Samad penilaian dilakukan juga di wilayah kerja da pelayanan Bandara Cilik Riwut. 

 Foto 7. Tim Penilai Internal (TPI) 19 – 22 September 2018 di KKP Palangka Raya



Foto 8. Tanda Penghargaan WBK dari Kemenkes Tahun 2018


Pada tanggal 5 November 2018 dikeluarkan tanda penghargaan WBK dari Kementerian Kesehatan berdasarkan  Keputusan Menteri Kesehatan nomor KP.04.04/Menkes/628/2018. Penyerahan tanda penghargaan WBK dilaksanakan pada hari Senin, 12 November 2018 pada upacara peringatan hari kesehatan nasiona (HKN)l ke 54 di halaman kantor Kemenkes Jalan H. Rasuna Said Kuningan Jakarta. Diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan Ibu Nila Farid Moeloek kepada kepala kantor KKP Kelas III Palangka Raya.
 
Foto 9. Bersama Direktur Jenderal Pencegahan dan pengendalian Penyakit dr. Anung Sugihantono, M.Kes pada peringatan HKN ke 54 di Kantor Kemenkes

 



Foto 10. Penyerahan Tanda Penghargaan WBK kepada Satuan kerja Kemenkes oleh Ibu Menteri Nila Farid Moeloek di halaman Kantor Kemenkes pada peringatan HKN
 Ke 54


Dengan memegang prinsip DIHATI (Disiplin, Integritas, Humanis, Akuntabel, Teladan, Ikhlas)  harapan KKP Kelas III Palangka Raya, momentum penghargaan WBK ini bukan tujuan akhir melainkan menjadi pemberi semangat. Pendorong untuk memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat untuk mewujudkan reformasi birokrasi pelayanan publik.

Ketika Jemaah Umroh Sakit Pasca Kedatangan

Oleh : Eman Prasetyo, SKM, M.Kes

Kita lihat fenomena yang ada dimasyarakat islam khususnya di Indonesia bahwa ibadah umroh sekarang menjadi semacam trend bagi semua kalangan baik para pejabat, artis, pengusaha, masyarakat dengan status ekonomi menengah keatas ataupun masyarakat dengan status ekonomi menengah kebawah. Akibat hal tersebut kita melihat iklan-iklan agen umroh dan haji dengan menawarkan paket perjalanan ibadah umroh baik itu paket 9 hari, paket 12 hari dan paket promo lainnya dengan variasi harga yang berbeda-beda pula serta pembimbing ibadah umroh dengan mengandeng Artis, Dai atau Ustad ustad terkenal.
Pada kesempatan ini penulis tidak mengupas kegiatan dari sisi ibadah umroh selama di Arab Saudi ataupun strategi marketing para agen umroh untuk menarik peminat pelaku perjalanan ibadah umroh karena hal tersebut bukan kapasitas kami, penulis hanya mengupas dari salah satu sisi perjalanan umroh yaitu dari sisi kesehatan.
Data di Kantor Kesehatan Pelabuhan Palangkaraya menyebutkan kisaran jumlah jemaah umroh yang melakukan vaksinasi meningitis pada tahun 2018 sekitar  3.000 orang, artinya bahwa jumlah peminat umat islam melakukan perjalanan umroh dari tahun ketahun mengalami kenaikan dan jumlahnya juga lumayan besar untuk ukuran penduduk di Kalimantan Tengah khususnya Palangkaraya.

Perbedaan perjalanan umroh dan Haji (Tinjauan kesehatan)
Pertama, Perjalanan ibadah umroh dan Ibadah haji sangatlah berbeda salah satunya dari sisi kesehatan. Dalam ibadah haji sangat ketat sekali pemeriksaaan kesehatan sebelum berangkat ke Arab Saudi karena harus melalui 3 (tiga) tahap pemeriksaan yaitu Pemeriksaan kesatu dan kedua di Dinas Kesehatan serta pemeriksaan akhir atau pemeriksaan ketiga di asrama haji. Dalam jemaah umroh hanya sekali saja mereka melakukan pemeriksaan kesehatan pada saat mereka mau melakukan vaksinasi meningitis di Kantor Kesehatan Pelabuhan.  Kedua, jemaah umroh jarang sekali dalam satu rombongan ada tim medis atau tim kesehatan hal ini berbeda dengan jemaah haji per kloter pasti didampingi oleh 1 dokter dan 2 perawat untuk memantau kesehatan jemaah haji.
Dari sisi kesehatan karena jemaah umroh dan haji sama-sama pergi ke Arab Saudi dan disana meskipun sudah menurun kasus Mers CoV akan tetapi masih ada kasus tersebut. Berdasarkan  publikasi pada website Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 27 Maret 2018 disebutkan bahwa Kementerian Arab Saudi telah merilis laporan baru yang menyebutkan 4 orang terinfeksi Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS – CoV) di Arab Saudi. Maka semua orang yang pernah melakukan perjalanan ke Arab Saudi beresiko untuk tertular virus MERS CoV yang sangat mematikan.

Laporan Singkat Kronologis Jemaah Umroh Datang Sakit



Baru baru ini tim KKP palangkaraya mendapatkan laporan dari Dinas Kesehatan Kapuas tepatnya pada akhir bulan November 2018 didapatkan salah satu jemaah umroh dari Kabupaten Kapuas di rawat di RS Kapuas dengan gejala yang mirip dengan kasus MERS CoV. Tanpa menyebutkan identitas dan jenis kelaminnya penulis disini bermaksut untuk menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar kedepannya lebih baik lagi.

Cerita singkatnya ada jemaah umroh setelah pulang dari Arab Saudi dan pulang ke Kapuas mengalami gejala, batuk, panas dan sesak nafas akhirnya masuk ke UGD Rumah Sakit yang ada di Kapuas dan akhirnya tim kesehatan gabungan turun untuk melakukan Penyelidikan Epidemiologi, baik itu dari Dinkes Kapuas, BBTKL Banjarbaru, dan KKP Palangkaraya. Singkat cerita jemaah umroh dari Kabupaten Kapuas berangkat ke Arab Saudi melalui Bandara Syamsudin Nor Banjarmasin melalui agen umroh Banjarmasin dan setelah melakukan ibadah umroh di Madinah sempat sakit dengan gejala badan terasa kurang fit dan sesak nafas akan tetapi setelah dilaporkan ke ketua rombongan Jemaah tersebut tidak mendapatkan pengobatan. Pada saat di Mekkah dalam melaksanakan ibadah Jemaah tersebut dibantu orang lain dan pada saat pulang akhirnya beliau harus memakai kursi roda. Setibanya di Kapuas tidak berselang 24 jam harus dimasukkan ke UGD dan mendapatkan perawatan di ruang khusus dan penanganan yang serius oleh tim RS. Alhamdulilah setelah dirawat beberapa hari jemaah tersebut bisa pulang dan bukan terkena MERS CoV.

Hikmah dibalik itu semua

Bagi jemaah umroh : Pertama, mulai sekarang pilihlah agen atau biro perjalanan umroh yang kredibel yang khususnya melayani ibadah juga melayani kesehatan jemaah baik sebelum berangkat, pada saat di arab Saudi dan pada saat pulang. Kedua, Jemaah umroh melakukan vaksinasi meningitis minimal 14 hari sebelum berangkat karena setelah dilakukan wawancara jemaah tersebut hanya berkisar 3 hari divaksin sebelum berangkat.

Bagi Agen umroh : Mohon disamping membimbing dari sisi ibadah keagamaan dan dokumen perjalanan agar agen juga memperhatikan kesehatan jemaah umroh, akan lebih baik lagi jika dapat menyediakan tim medis selama di Arab Saudi serta berkoordiansi dengan Dinas Kesehatan atau KKP setempat.

Bagi Instansi Kesehatan : Kerjasama dan koordinasi dalam rangka detect, prevent dan respon terhadap bahaya ancaman penyakit dari luar negeri tetap diperhatikan dan tim gerak cepat tanggap terhadap isu kesehatan khususnya bagi pelaku perjalanan ke luar negeri. Kerjasama itu mulai dari Puskesmas, RS, Dinkes Kota/Kabupaten, Dinkes Provinsi, KKP dan BBTKL.

Semoga bumi Kalimantan Tengah terhindar dari penyakit-penyakit menular yang berpotensi menyebabkan kedaruratan masyarakat secara luas. Aamiin